My Life May 21, 2007
Posted by thunderezh in Colour of Life.11 comments
Akhirnya
saya menulis blog saya ini lagi ^o^… (Kali ini ga pake lirik lagu dolo ya :p) Setelah beberapa kali mau nulis blog tapi tertunda karena berbagai alasan -
malas lah.. lg ga mood lah.. banyak proyek lah.. – akirnya sekarang
terlaksana juga.. hehe.. Tapi sedikit ralat.. btw alasan trakir itu sebenarnya
alasan yang ga bener.. soalnya sekarang pun saya masih dikeroyok oleh
proyek-proyek yang tiada habisnya..
Tapi kebetulan sekarang proyeknya lagi break hehe..
Uda beberapa hari ini hampir seharian kerjaanku
hanya nongkrong di depan komputer.. mengetik.. menggerakkan mouse..
hanya demi menyelesaikan proyek demi proyek yang menumpuk. (biasanya sih ngetik
ama nggerakin mouse jg tapi buat maen dota :p).. Ditotal-total ada 5 proyek
yang berbau programming yang harus saya selesaikan, dan sampai saat ini baru
kelar 2.. T_T.. Belom lagi kalau ditambah dengan proyek – proyek “dan lain-lain”
seperti tugas CB, tugas sismul yang makin OK aja, presentasi SPM, prensentasi
Business Plan.. ough… Sepertinya hari-hari
terakhir ini saya menemukan berkah.. yakni menemukan arti kuliah yang
sesungguhnya.. waakkakaa…
Ada satu hal yang gw bingungin.. disaat-saat
gw lagi sibuk-sibuknya dengan proyek, justru di saat-saat itu pula gw dan
teman-teman pergi melangkah jauh buar nyari makan.. Beberapa hari yang lalu
menempuh perjalanan berat buat makan seafood di Kali Mati.. Trus jumat kmaren
malah makan es krim Ragusa di daerah entah apa namanya –’ Enak sih enak.. sekalian
buang stress dan mumet yang muter-muter di dalem otak.. Tapi sayangnya.. “enak”
juga buat kantong.. (jelas lah enak.. agu beli coklat aja mpe 100rb
wakkaakaka)..
Btw saya ingin memberikan nasehat ke temanku
(dan mungkin juga diriku sendiri *introspeksi*).. Dia (pake dia aja d, ntar
yang baca juga tau) beberapa saat trakir ini keliatan depres.. Saya tidak tahu
persis apa masalahnya tapi saya yakin tidak jauh dari urusan klasik (love gt..)
Saking depresinya sampai kadang-kadang berniat mengakhiri hidup ~_~
Saya Cuma mau bilang satu hal, yang
kebetulan saya terapkan juga dalam kehidupan saya, yakni bahwa kita harus sadar
kalau dalam kehidupan kita ini, sumber bahagia bukanlah hanya dan hanya urusan
cinta terhadap lain jenis.. Say your love find the way, tapi belum tentu
dengan itu kamu bisa bahagia! Sebaliknya
meski cintamu putus di tengah jalan, bukan jaminan pasti kalau hidup kamu pasti
akan suram.. Kenapa.. ?? Karena sumber bahagia bisa berasal dari mana saja..
dari diri sendiri, keluarga, dari teman-teman, dari Tuhan..
Contoh yang sederhana.. ketika kita bangun
bisa bernafas, itu lah letak kebahagiaan kita karena kita masih diberikan
hidup.. disaat kita ditegur dan disapa oleh teman kita, disaat itu lah kita
memiliki kebahagiaan, karena kita masih memiliki teman yang peduli dan
memperhatikan kita.. disaat kita mendapatkan telepon dari orang tua kita
disitulah rasa bahagia kita muncul karena itu berarti kita masih memiliki orang
tua, yang selalu mengasihi dan menyayangi kita.. Kebahagiaan-kebahagiaan kecil
inilah yang harus selalu kita nikmati dan kita syukuri.. Syukuri kebahagiaan
yang telah ada pada kita dan kita pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang
lain..
Jadi tidak ada gunanya depresi hanya
karena salah satu unsur pelengkap kebahagiaan kita itu.. Karena tanpa unsur itu
kita sudah bisa bahagia – meski memang tidak sempurna – Lebih baik kita
menjalani hidup.. merenungi dan mensyukuri kebahagiaan yang telah ada pada
kita.. Pikirkan saja kalau depresi hanya karena hal tersebut, kemudian tidak
bisa melakukan apa-apa, tidak bisa mengerjakan kewajiban kita bagaimana nasib
orang-orang yang peduli pada mu? Bagaimana nasib mereka yang sebetulnya
menuntut tanggungjawab dari kewajiban kita ?? Bagaimana perasaan mereka? Betapa
egoisnya kita jika hanya karena hal itu kita telah mengorbankan banyak sekali
orang!!..
Untuk membuat tulisan ini ”ilmiah” (ada
bukti gt :p).. Saya menulis blog ini sesuai dengan cara yang saya terapkan
untuk menjalani hidup.. Karena sampai saat ini saya masih tenggelam dalam
penderitaan cinta yang jauh lebih dalam dari yang ”dia” rasakan (cam kan itu..)
Tetapi.. kenyataannya.. saya masih bisa
tersenyum.. tertawa.. melucu.. saya masih bisa berkutat dengan proyek saya..
Itu semua karena saya telah berusaha untuk menghargai kebahagiaan yang ada pada
saya.. Saya memiliki tubuh yang sehat sekarang.. saya masih punya teman-teman
yang selalu mewarnai hidup saya.. saya punya keluarga yang sayang pada saya…
Itu semua memberikan kekuatan bagi saya untuk tetap tersenyum.. tertawa….
meski tanpa dirinya :-<
Kerja... --'