jump to navigation

Sebelum Cahaya August 20, 2007

Posted by thunderezh in Colour of Life.
3 comments

Sebelum Cahaya

by Letto

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi engkau
tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

Reff :
ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

kekuatan hati
yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi
meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta

(Reff)

(kembali ke awal dan reff)

Lagu ini lah yang sedang kuputar di winamp, menemaniku menulis blog ini (apaa coba). Untuk diketahui, lagu ini adalah lagu hits dari album baru Letto yang bertitel Don’t Make Me Sad. Dan untuk diketahui juga, lagu ini berperan besar dalam blog yang aku tulis ini, karena selain menemaniku, memperpanjang blogku ini (O_o), ide blog yang akan kucurahkan ini berasal dari lirik lagu ini.

Aku sebenarnya tidak tahu maksud tersembunyi yang terkandung dalam lagu ini saat digubah Noe sang vocalis Letto ini, namun kata-kata tersebut memiliki arti sendiri yang terlintas di kepalaku.

    ingatkan engkau kepada
    embun pagi bersahaja
    yang menemanimu sebelum cahaya
    ingatkan engkau kepada
    angin yang berhembus mesra yang
    kan membelaimu cinta

Ketika mentari belum terbit untuk menerangi bumi ini, ada embun pagi yang dingin bersahaja, membasahi dan menyegarkan seluruh bumi ini, diiringi oleh angin pagi yang berhembus lembut. (pernahkah anda merasakan pagi indah ini? Mungkin tidak kalau di Jakarta, tapi kalo di Belitung – kampung halamanku – suasana seperti ini sering terjadi. Dengan tulisan ini saya membuat seseorang semakin ingin singgah di Pulau Belitung wakaka..). Apa yang akan kita rasakan tanpa adanya embun dan angin pagi yang menyegarkan suasana pagi? Mungkin pagi akan menjadi dingin mencekam, dan tak ada yang namanya keindahan pagi.

Seperti apa yang dialami oleh Sang Pagi, begitu pulalah perjalanan hidup kita. Dalam lika-liku perjalanan hidup kita, ada kala kita di atas, dan ada kalanya kita di bawah, layaknya putaran roda. Namun, sebenarnya bukan itu yang ingin saya ungkapkan. Kata-kata ini hanyalah pemanis suasana agar semakin puitis (–‘). Yang ingin saya ungkapkan adalah dalam perjalanan hidup kita, sebelum kita menemukan cahaya, dalam artian mencapai suatu keberhasilan, pasti ada tetesan embun pagi yang selalu menyegarkan kita, dan hembusan angin yang menyejukkan kita, dalam artian ada orang-orang yang telah dengan tulus dan ikhlas membantu kita untuk mencapai tujuan tersebut.. TUlus dan ikhlas.. layaknya embun dan angin pagi yang mengorbankan tidur paginya untuk menyegarkan pagi.. sebelum cahaya.. (emang ada ya embun tidur –‘).

Adakalanya embun pagi menetes terlalu banyak membuat basah pakaian kita.. Adakalanya juga angin pagi berhembus terlalu kencang, menyibak rambut kita yang sudah tersisir rapi, membuat kita semua terganggu akan kehadiran mereka. Namun, sebenarnya, maksud mereka baik, menyegarkan dan menyejukkan suasana. Begitu juga dengan orang-orang di sekitar kita. Ada kalanya usahanya membantu kita justru membuat kita sedikit terusik. Namun kita harus menyadari bahwa maksud mereka adalah baik, demi kebaikan kita.

Jadi inti dari embun dan angin sebelum cahaya ini, bahwa ketika kita sudah mencapai keberhasilan, jangan lupakan orang – orang yang sudah membantu kita untuk mencapai keberhasilan  ini, meski keberhasilan sekecil apapun.. OK… (NB : jika suatu ketika anda menganggap bahwa anda mencapai suatu keberhasilan hanya dengan jerih payah sendiri, anda harus memberikan penghargaan kepada orang tua anda. Mereka selalu membantu anda dalam mencapai tujuan anda..).. So.. ingatlah kepada embun pagi yang bersahaja, dan hembusan angin yang mesra.. sebelum cahaya..

Last.. Sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya membaca blogku, saya mengupload mp3 lagu yang berperan besar dalam blog ku ini (IIX).

Ini dia mp3 Letto – Sebelum Cahaya (ubah hxxp menjadi http):
hxxp://file.indoupload.com/download.php?file=294Letto – Sebelum Cahaya.mp3
(file akan dihapus setelah 30 hari tanpa ada download)

(akhirnya blog ini selesai dan saya bisa mulai menyantap indomie yang sudah menganggur ini :D )