jump to navigation

Keciplak Kecipluk May 26, 2010

Posted by thunderezh in Colour of Life.
trackback

Ya ampun.. akhirnya aku buka blog ini lagi.. ternyata sudah 1 tahun lebih 3 bulan dan sekian hari since my last post -.-.. Bahkan kalo password buat blogku bukan salah satu ‘password global’ku, sepertinya aku butuh fitur bernama ‘Lost Your Password’ yang terpampang dengan manisnya di sebelah tombol login tadi -.-..

Yah.. sudah banyak berubah sejak kontroversi blog terakhirku mengenai salah satu kenikmatan duniawi bernama buah lontar itu.. (emang kontroversi apa coba.. -.-).. ya.. sangat banyak.. Salah satunya.. dashboard wordpress.. yg bikin gw bingung setengah mati cuma buat update widget yang ada di sebelah kanan ini, meski akhirnya aku berhasil memampang muka tengil Zakumi di kanan atas tulisan ini (ceritanya sih nyambut Piala Dunia gitu…)

Mungkin dari banyak perubahan selama rentang waktu tadi, salah satu hal yang ga mengalami perubahan adalah isi dari blogku ini -_-.. Aku sendiri bingung.. padahal banyak,.. malahan sangat banyak ide ato pemikiran-pemikiran aneh yang mau kutuangkan di blog ini – yang rata-rata berawal dari hasil merenung ato melihat sesuatu dari dalam bus di  sepanjang perjalanan pulang kantor  –. Tetapi apa daya. Ketika udah duduk di kursi dan menghadap ke laptop, semuanya melayang… Bukan idenya, tetapi niatnya.. -.- Kenapa yah selalu begitu ? Ada yang tau ?

Hmm kayanya aku harus buru-buru menyelesaikan tulisan ini sebelum niatnya kembali melayang.. Dan ngomong-ngomong soal ide yang muncul dari dalam bus, kali ini pun ide tulisanku berawal di dalam bus kota. Cerita berawal dari saat pulang kantor tadi, di mana saat melangkah dengan pedenya menuju halte bus, hujan tiba-tiba mengguyur dengan indahnya. Tak lupa angin kencang berhembus. Dan hasilnya aku yg meskipun pakai payung tetap aja basah..kayanya hampir ga ada bedanya sama yang ujan-ujanan deh… Kejadian yang luar biasa ini membuat aku memalingkan rencana, dari semula pulang naik bus 213, aku malah dengan mantabnya membelokkan langkah untuk mengantri 1 karcis busway…

Kenapa busway ? Jawabannya ada di gambar ini..

Ya. Gambar di atas adalah sepotong post yang sempat kuketikkan saat berada di halte busway. Rain is romantic.. Mungkin diantara banyak orang yang benci hujan, aku adalah penantang bagi mereka. Bagiku hujan bukanlah seperti anggapan banyak orang, pengacau rencana, atau pembawa bencana. Buatku hujan.. is about to tell me a totally romantic story, much more romantic than the classic Shakespeare’s Romeo n Juliet.. Ya.. alam, – air, angin, bumi – sedang melantunkan sajak terindahnya kepada penghuninya.. Tetes tetes air adalah rentetan alur cerita yang mengalir dengan indah, dan saat angin berhembus kencang, kilat dan petir adalah klimaks cerita terindah yang ada di muka bumi ini.. Maybe it sounds weird but this is how I feel about rain.. Hujan seolah-olah membawa ketenangan yang amat sangat ke dalam diriku..

Mungkin perasaan ini yang membuatku justru sangat bersemangat jika pagi hari di awali dengan hujan. Ketika orang lain berharap pada pagi yang cerah, di mana sinar mentari yang terik turut mewakili semangat mereka untuk memulai hari, aku justru berharap pada pagi yang mendung. Ketika terbangun dari tidur, dan melihat awan gelap bergelantungan, rasanya semangatku naik 2x lipat.. Kalau hujan deras… I think it’s the best way to start my morning… hahaha…

Ngomong-ngomong soal hujan.. tentu aku ga bakal ngomong soal sahabat hujan asal Jakarta dan sekitarnya. Salam kenal – dan pastinya uda kenal – dengan banjir. Ya.. banyak orang yang benci hujan karena akan mendatangkan banjir. Tetapi buatku justru aneh. Benci hujan karena takut banjir sama aja dengan takut makanan karena bikin kekenyangan.. Salah siapa makan kaga kira-kira, asal masukin kemulut, asal telan.. Ya.. salah siapa buang sampah sembarangan, salah siapa menuh-menuhin sungai, salah siapa asal ngeratain tanah tanpa mikirin drainase, system pengairannya dengan benar ?? Jangann salahkan hujan kalau banjir. Jangan salahkan salah satu karunia Tuhan ini. Tapi introspeksi ke dalam diri kita  sendiri !.

Err… Trus sebenarnya dari tadi ada satu yang ngeganjel.. Kenapa Busway !!?? -.- Apa hubungannya busway sama ‘Rain is romantic’.. Ehmm.. karena buatku di dalam busway bus trans jakarta saat hujan amat mendukung situasi romantic itu.. Emm.. kok maksa yah.. Yee.. orang beneran kok… Tapi tetep maksa ah.. Yo dah de, itu mengada-ada… puas?? Tapi tetep lho berada di dalam bus trans Jakarta amat sangat mendukung keromantisan hujan… hahaha…

Dan terakhir.. fyi aja.. keciplak kecipluk adalah bunyi langkah kaki kita saat hujan… -__-

Regards,
Anton

NB :

moga-moga aja post ku ini bukan post terakhir untuk tahun ini.. hahaha… keep posting gann @_@

Buat Lana, Mbek dan Bu Cil.. makasih lo ma gw uda turut mempopulerkan kalian… :D .. wah dan ternyata di detik-detik terakhir gw mo capture picnya ada tambahan.. Andi.. pengen ngetop dia .. –’

Advertisement

Comments»

1. Sumatris - May 26, 2010

hati-hati ton, ntar tenggelam lo ~.~

2. Lu bayangin aja deh... - May 26, 2010

Kok ada komen gw ikut ke print screen ^o)

3. Xander™ - May 26, 2010

hati-hati ton, ntar tenggelam lo ~.~

4. Lu bayangin aja deh... - May 26, 2010

Btw… OPO IKI L:@

5. Nia V - May 27, 2010

7 11 :D

6. CeRuLeaNSpHyRnA - May 28, 2010

–’ gila ada idup ne blog. uda ampe g apus dari google reader g padahal. g tambahin lagi de.

anyway setuju rain is romantic. and “i love rain” tapi g ga suka kehujanan. mao apa lo? suka2 g dong wakakka

7. cres ^.^ - June 5, 2010

…i like rainy days..^.^ bikin inget ma rumah..sekolah..all about my hometown..^.^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.