jump to navigation

Untitled August 26, 2010

Posted by thunderezh in Colour of Life.
8 comments

Alangkah bahagianya diriku.. ketika melihat last post di blogku sebelum post ini bertahun 2010. Masih sama dengan tahun ini.. Jadi wish di bagian akhir post terakhirku tampaknya terkabul.. huehheuhe..

Ada satu kejadian yang memegang peranan penting atas terwujudnya postku ini. Beberapa hari yang lalu, tepatnya Jumat kemaren, aku baru saja mengikuti workshop mengenai Knowledge Worker, bahwa kita saat ini hidup di Knowledge Era, dan kita harus menjadi seseorang knowledge worker. Bekerja dengan pengetahuan, dan pengetahuan harus diterapkan dan dibagikan.. salah satunya ? ya melalui tulisan (meski sebenarnya gw yakin ini tulisan bukanlah pengetahuan.. wkakakaka)..

(Emm.. sekilas aja mengenai workshop ini, karena emang bukan maksudku untuk tidak membahasnya, tapi memang bukan maksudku untuk membahasnya )

Ngomong-ngomong soal beberapa hari yang lalu, beberapa hari yang lalu juga, tepatnya 17 Agustus kemaren, Negara kita tercinta, yang konon Negara terkaya di dunia ini baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 65. Masih muda jika dibandingkan dengan negaranya Paman Sam.. maklum kita baru ponakannya.. bahkan masih lebih muda juga jika dibandingkan dengan ibu kotanya… hmm… Untuk itu, aku secara pribadi dan dari lubuk hati yang paling dalam mo ucapin selamat hari jadi untuk negaraku tercinta Indonesia Raya yang ke 65..

Karena masih dalam suasana kemerdekaan, aku mau cerita sedikit tentang salah satu hal yang harusnya adalah milik kita, kekayaan material dan juga intelektual kita, kebanggaan kita. Sesuatu itu bahkan merupakan sesuatu yang bernilai cukup tinggi di Negara beberapa bulan lalu baru saja menjadi pusat perhatian dunia, karena orang terpenting di Negara itu adalah pecinta sejati ‘sesuatu’ itu..

Hmm..

Negara itu adalah Afrika Selatan, yang beberapa bulan lalu baru saja menjadi pusat perhatian di seluruh dunia, dan menjadi tujuan kunjungan banyak wisatawan manca Negara saat mereka dengan cukup sukses menggelar pesta sepakbola terbesar di dunia, World Cup 2010. Dan orang terpenting di Negara itu adalah Nelson Mandela, pejuang yang melawan politik Apartheid di Afrika Selatan sana. Lalu apakah sesuatu itu ?

Batik. Sesuatu itu adalah batik, warisan budaya kita yang konon berasal dari dareah Jawa bagian Tengah. Bapak Nelson Mandela adalah pencinta sejati batik. Menurut beberapa sumber, awal ketertarikan beliau terhadap batik adalah saat beliau mengunjungi Negara kita, dan saat melihat batik, beliau langsung jatuh cinta, dan sejak saat itu, konon beliau selalu memakai pakaian batik di setiap acara resmi yang dihadirinya.. Karena faktor ini pula, batik yang jika kita temukan di sini seharga 70-80ribu, akan berharga sekitar 300-an ribu rupiah di Afrika Selatan. Wow !

Sukses di negeri orang.. lalu di negeri sendiri ? Negara kita yang konon adalah negera berbudaya timur, dan tidak ingin terlalu terpengaruh oleh budaya barat karena adat ketimuran kita, justru menjadikan pakaian resmi ala barat (baca : jas) sebagai pakaian pada setiap acara resmi para petinggi Negara kita.. Jika kita jalan-jalan ke mall, mungkin bisa dihitung.. berapa perbandingan outlet yang menjajakan pakaian batik, dengan outlet yang memajang pakaian kurang bahan yang konon sedang popular di belahan bumi sebelah sana.. berapa perbandingan distro-distro yang menjadikan batik sebagai bahan dasar mereka, dengan distro yang menyablon gambar-gambar anime lucu sebagai nilai jual mereka.. miris..

Memang mungkin kita masih ingat, salah satu gerakan yang diambil oleh pemuda-pemudi Indonesia untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia, bahkan dunia. Tanggal 2 Oktober 2009 ada gerakan untuk mengenakan batik untuk seluruh rakyat Indonesia. Gerakan ini tak lain dan tak bukan dikarenakan adanya usaha dari Negara tetangga untuk mengklaim batik sebagai warisan budaya mereka.. Pemuda-pemudi negeri ini yang memang gampang terprovokasi – apalagi oleh tetangga yang satu itu- langsung bergerak. “Gerakan 1 juta facebooker mendukung batik sebagai warisan budaya nasional”, “gerakan 1 juta facebooker memakai batik pada tanggal x bulan x”, atau yang sebagainya pun bermunculan. Namun saat isu klaim itu mereda, gerakan itu pun mejadi tak bergerak. Berapa facebooker yang masih semangat akan “gerakan 1juta facebooker mendukung batik sebagai warisan budaya nasional”, atau “Gerakan 1juta facebooker memakai batik”  itu? sekali lagi.. miris…

Batik seharusnya adalah salah satu warisan budaya kita, seharusnya adalah kekayaan materiil dan intelektual kita. Batik seharusnya dapat membangkitkan usaha kecil dan menengah di Negara kita, dan batik bahkan seharusnya dapat menjadi sumber devisa kita. Tergantung bagaimana kita mengelolanya. Salah satunya.. mulailah dari hal yang sederhana.. kenakan batik !

Terakhir, tak bisa kita pungkiri, bahwa pengena batik di Negara ini identik dengan “Pak Lurah yang sedang memimpin rapat kecamatan“, atau “Pak RT yang baru saja membuka acara lomba masak di RT17”. Namun, beranikah Anda, beranikah Kita sebagai generasi muda Indonesia mendengar hal itu, mengatakan, “Saya adalah pemuda Indonesia, dan saya cinta batik. Batik adalah milik seluruh bangsa Indonesia, termasuk kita para pemuda” ?

Cheers.

kid

Keciplak Kecipluk May 26, 2010

Posted by thunderezh in Colour of Life.
7 comments

Ya ampun.. akhirnya aku buka blog ini lagi.. ternyata sudah 1 tahun lebih 3 bulan dan sekian hari since my last post -.-.. Bahkan kalo password buat blogku bukan salah satu ‘password global’ku, sepertinya aku butuh fitur bernama ‘Lost Your Password’ yang terpampang dengan manisnya di sebelah tombol login tadi -.-..

Yah.. sudah banyak berubah sejak kontroversi blog terakhirku mengenai salah satu kenikmatan duniawi bernama buah lontar itu.. (emang kontroversi apa coba.. -.-).. ya.. sangat banyak.. Salah satunya.. dashboard wordpress.. yg bikin gw bingung setengah mati cuma buat update widget yang ada di sebelah kanan ini, meski akhirnya aku berhasil memampang muka tengil Zakumi di kanan atas tulisan ini (ceritanya sih nyambut Piala Dunia gitu…)

Mungkin dari banyak perubahan selama rentang waktu tadi, salah satu hal yang ga mengalami perubahan adalah isi dari blogku ini -_-.. Aku sendiri bingung.. padahal banyak,.. malahan sangat banyak ide ato pemikiran-pemikiran aneh yang mau kutuangkan di blog ini – yang rata-rata berawal dari hasil merenung ato melihat sesuatu dari dalam bus di  sepanjang perjalanan pulang kantor  –. Tetapi apa daya. Ketika udah duduk di kursi dan menghadap ke laptop, semuanya melayang… Bukan idenya, tetapi niatnya.. -.- Kenapa yah selalu begitu ? Ada yang tau ?

Hmm kayanya aku harus buru-buru menyelesaikan tulisan ini sebelum niatnya kembali melayang.. Dan ngomong-ngomong soal ide yang muncul dari dalam bus, kali ini pun ide tulisanku berawal di dalam bus kota. Cerita berawal dari saat pulang kantor tadi, di mana saat melangkah dengan pedenya menuju halte bus, hujan tiba-tiba mengguyur dengan indahnya. Tak lupa angin kencang berhembus. Dan hasilnya aku yg meskipun pakai payung tetap aja basah..kayanya hampir ga ada bedanya sama yang ujan-ujanan deh… Kejadian yang luar biasa ini membuat aku memalingkan rencana, dari semula pulang naik bus 213, aku malah dengan mantabnya membelokkan langkah untuk mengantri 1 karcis busway…

Kenapa busway ? Jawabannya ada di gambar ini..

Ya. Gambar di atas adalah sepotong post yang sempat kuketikkan saat berada di halte busway. Rain is romantic.. Mungkin diantara banyak orang yang benci hujan, aku adalah penantang bagi mereka. Bagiku hujan bukanlah seperti anggapan banyak orang, pengacau rencana, atau pembawa bencana. Buatku hujan.. is about to tell me a totally romantic story, much more romantic than the classic Shakespeare’s Romeo n Juliet.. Ya.. alam, – air, angin, bumi – sedang melantunkan sajak terindahnya kepada penghuninya.. Tetes tetes air adalah rentetan alur cerita yang mengalir dengan indah, dan saat angin berhembus kencang, kilat dan petir adalah klimaks cerita terindah yang ada di muka bumi ini.. Maybe it sounds weird but this is how I feel about rain.. Hujan seolah-olah membawa ketenangan yang amat sangat ke dalam diriku..

Mungkin perasaan ini yang membuatku justru sangat bersemangat jika pagi hari di awali dengan hujan. Ketika orang lain berharap pada pagi yang cerah, di mana sinar mentari yang terik turut mewakili semangat mereka untuk memulai hari, aku justru berharap pada pagi yang mendung. Ketika terbangun dari tidur, dan melihat awan gelap bergelantungan, rasanya semangatku naik 2x lipat.. Kalau hujan deras… I think it’s the best way to start my morning… hahaha…

Ngomong-ngomong soal hujan.. tentu aku ga bakal ngomong soal sahabat hujan asal Jakarta dan sekitarnya. Salam kenal – dan pastinya uda kenal – dengan banjir. Ya.. banyak orang yang benci hujan karena akan mendatangkan banjir. Tetapi buatku justru aneh. Benci hujan karena takut banjir sama aja dengan takut makanan karena bikin kekenyangan.. Salah siapa makan kaga kira-kira, asal masukin kemulut, asal telan.. Ya.. salah siapa buang sampah sembarangan, salah siapa menuh-menuhin sungai, salah siapa asal ngeratain tanah tanpa mikirin drainase, system pengairannya dengan benar ?? Jangann salahkan hujan kalau banjir. Jangan salahkan salah satu karunia Tuhan ini. Tapi introspeksi ke dalam diri kita  sendiri !.

Err… Trus sebenarnya dari tadi ada satu yang ngeganjel.. Kenapa Busway !!?? -.- Apa hubungannya busway sama ‘Rain is romantic’.. Ehmm.. karena buatku di dalam busway bus trans jakarta saat hujan amat mendukung situasi romantic itu.. Emm.. kok maksa yah.. Yee.. orang beneran kok… Tapi tetep maksa ah.. Yo dah de, itu mengada-ada… puas?? Tapi tetep lho berada di dalam bus trans Jakarta amat sangat mendukung keromantisan hujan… hahaha…

Dan terakhir.. fyi aja.. keciplak kecipluk adalah bunyi langkah kaki kita saat hujan… -__-

Regards,
Anton

NB :

moga-moga aja post ku ini bukan post terakhir untuk tahun ini.. hahaha… keep posting gann @_@

Buat Lana, Mbek dan Bu Cil.. makasih lo ma gw uda turut mempopulerkan kalian… :D.. wah dan ternyata di detik-detik terakhir gw mo capture picnya ada tambahan.. Andi.. pengen ngetop dia .. –‘